Majalah TIME edisi 3/4/2010 silam, melaporkan kasus untuk tentang tewasnya Nemecio Tutop (37 tahun), warga Amerika, yang tewas saat tertidur. Hasil otopsi polisi menemukan kalau pria yang ditengarai memiliki kesehatan yang sempurna ini tidak memiliki tanda-tanda kekerasan dalam tubuhnya.
Dr Alvin V. Majoska, seorang dokter ahli koroner Honolulu, mencoba mengumpulkan data-data tentang kematian misterius yang terjadi saat tidur, dan menemukan bahwa dalam 6 tahun terakhir, sedikitnya 43 orang dewasa muda tewas dalam tidurnya tanpa alasan yang jelas. Kesemuanya berbadan sehat saat tewas dan tidak mengalami penganiayaan.
Otopsi yang dilakukan Dr Majoska pada Tutop menunjukkan bahwa telah terjadi pendarahan dan pankreas Tutop terdapat radang. Gangguan ini disebut Acute Hemmorhagic Pancreatitis dan merupakan kondisi yang sangat jarang terjadi, terutama di Amerika Serikat. Walau demikian, kondisi itu tidak dapat membunuh Tutot.
Berbeda dengan 43 korban yang meninggal dalam tidurnya, mereka ditengarai terengah-engah, mengerang, terbatuk dan tersedak sesaat sebelum ditemukan meninggal. Tidak ada indikasi keracunan ataupun gangguan pada penyakit syarat.
Satu-satunya petunjuk yang diperkirakan sebagai penyebab adalah teror yang masuk ke dalam pikiran yang menyebabkan tubuh mengalami reflek shock yang fatal. Dalam catatan elektrokardiogram, Dr Pedro Brugada - ahli ECG Amerika - menemukan adanya aktivitas listrik di jantung, di mana pasien mengalami ketidakberesan irama jantung yang terekam dalam jejak ECG sebagai bentuk yang mirip sirip hiu. Ketidakberaturan irama jantung ini dapat menyebabkan fibrilasi, sehingga ketika bilik jantung memompa turun, maka sirkulasi darah akan berhenti mendadak. Dan jika jantung tidak diransang dengan sengatan listrik maka orang tersebut akan mengalami kematian. Kondisi mati saat tertidur itu kini dikenal dengan istilah Nightmare Death Syndrome yang kemudianberubah menjadi Sudden Unexplained Death Nocturnal atau Sudden Unexplained Death Syndrome. Apa penyebabnya? Apakah bisa menular? Siapa saja yang bisa terkena sindrom ini? Hingga hari ini belum ada jawabannya.
Dan menjelang dirilisnya film "Nightmare on Elm Street" bulan Mei 2010 ini, pertanyaan yang segera timbul (terutama dari para fans film iu) : Mungkinkah para korban itu tewas akibat teror Freddy Kruger? Benarkah teror Freddy benar-benar terjadi di dunia nyata? Benarkah Freddy Kruger itu ada?
Bahasa Gaul merupakan bahasa anak-anak remaja yang biasa digunakan sebagai bahasa sandi. Bahasa ini mulai dikenal dan digunakan sekitar tahun 1970. Awalnya bahasa ini dikenal sebagai "bahasanya anak jalanan / bahasa preman" karena biasanya digunakan oleh para Prokem (sebutan untuk para preman) sebagai kata sandi yang hanya dimengerti oleh kelompok mereka sendiri. Belakangan bahasa ini menjadi populer dan banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Selain karena sering digunakan oleh para remaja untuk menyampaikan suatu hal secara rahasia (tanpa diketahui guru dan orang tua mereka), juga banyaknya media (televisi, radio, film, majalah, dan lain-lain) yang menggunakan kata-kata itu, sehingga bahasa gaul menjadi sangat populer.
Bahasa Gaul atau Bahasa Prokem terus berkembang dari masa ke masa. Ada sebagian kata yang diperkenalkan sejak tahun 1970an dan hingga kini masih sering dipakai. Namun tidak sedikit kata-kata itu sudah tidak dikenal lagi dan berganti dengan istilah lain yang lebih "funky". Kata-kata tersebut biasanya merupakan bahasa daerah yang dipelintir atau dipelesetkan artinya. Ada juga kata yang posisi konsonan dan vokalnya diubah sedemikian rupa, menimbulkan bunyi baru yang cukup unik dan lucu kalo didengar.
1. ALAY : Singkatan dari Anak Layangan, yaitu orang-orang kampung yang bergaya norak. Alay sering diidentikkan dengan hal-hal yang norak dan narsis.
2. KOOL : Sekilas cara membacanya sama dengan "cool" (keren), padahal kata ini merupakan singkatan dari KOalitas Orang Lowclass, yang artinya mirip dengan Alay.
3. LEBAY : Merupakan hiperbol dan singkatan dari kata "berlebihan". Kata ini populer di tahun 2006an. Kalo tidak salah Ruben Onsu atau Olga yang mempopulerkan kata ini di berbagai kesempatan di acara-acara di televisi yg mereka bawakan, dan biasanya digunakan untuk "mencela" orang yang berpenampilan norak.
4. JAYUS : Saya tadinya mengira kata ini merupakan singkatan, namun setelah saya telusuri, ternyata bukan. Arti sebenarnya adalah lawakan atau tingkah laku yang maunya melucu tapi tidak lucu. Istilah Jayus populer di tahun 90an dan masih sesekali digunakan di masa kini. Dari cerita mulut ke mulut, konon ada seorang anak di daerah Kemang bernama Herman Setiabudhi yang kerap dipanggil Jayus oleh teman2nya. Jayus sendiri adalah nama ayah dari Herman (lengkapnya Jayus Kelana) yang seorang elukis di kawasan Blok M. Herman alias Jayus terkenal sebagai anak yang sering melawak tapi lawakannya kerap kali tidak lucu.
5. GARING : Kata ini merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti "tidak lucu". Awalnya kata-kata ini hanya digunakan di Jawa Barat saja. Namun karena banyaknya mahasiswa luar pulau yang kuliah di Jawa Barat (Bandung) lalu kembali ke kota kelahiran mereka, kata ini kemudian dipakai mereka dalam beberapa kesempatan. Karena seringnya digunakan dalam pembicaraan, akhirnya kata ini pun menjadi populer di beberapa kota besar di luar Jawa Barat.
6. GANDENG : Kata ini pun merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti "berisik". Sama seperti garing, kata ini dibawa dan dipakai oleh para mahasiswa luar Jawa Barat yang sempat kuliah di tanah Parahyangan itu, yang pada akhirnya membuat kata ini menjadi terkenal dan beberapa kesempatan dipakai.
7. BEGICHU / BEGICYU : Biasanya kata ini disebutkan dengan penekanan di bagian belakang (yaitu memonyongkan bibir). Kata ini sendiri digunakan secara tidak sengaja oleh seorang anak kecil bernama Saipuddin, 3 tahun, asal Madura. Kata ini kemudian banyak dipopulerkan oleh artis. Salah satunya adalah Titi DJ.
8. MENEKETEHE : Kata ini sebenarnya berasal dari kata "Mana Kutahu" dan diplesetkan oleh Tora Sudiro sekitar awal tahun 2000an, di acara Extravaganza TransTV. Istilah itu cukup populer dan saat ini cukup sering digunakan orang.
9. CING : Saya mensinyalir kata ini sudah sering digunakan sejak tahun 1970an. Hal ini saya ketahui saat menonton film Si Pitung Banteng Betawi yang dibintangi oleh (alm) Dicky Zulkarnaen. Belakangan, di tahun 90an, kata ini mulai sering digunakan orang lagi, terutama setelah sering digunakan Debby Sahertian di sitkom Lenong Rumpi. Kata "cing" biasa digunakan sebagai sapaan untuk teman dekat. Misalnya, "Mau ke mana, Cing?"
10. EMBER : Kata ini merupakan plesetan dari kata "Memang Begitu". Pertama kali dipopulerkan oleh Titi DJ yang secara tidak sengaja menyebut kata ini saat menjawab pertanyaan orang. Sejak itu, kata ini sering digunakan di berbagai kesempatan.
11. YIUK....!! : Kata yang merupakan bentuk ajakan ini dipopulerkan oleh Hennyta Tarigan dan Rina Gunawan (anggota grup GSP). Kata ini sempat populer di awal tahun 90an dan sering digunakan oleh Lenong Rumpi. Di awal tahun 2000an, kata ini kembali populer sejak digunakan oleh Indra Birowo dan Tora Sudiro di acara Exravaganza. Karena sering digunakan saat mereka berperan sebagai bencong, maka kata ini identik dengan panggilan kaum waria / bencong.
12. BONYOK : Kata ini merupakan singkatan dari Bokap-Nyokap (orang tua). Tidak jelas siapa yang mempopulerkan kata ini, tapi kata ini mulai sering digunakan diperiode awal 2000an, ketika bahasa sms mulai populer di kalangan remaja. Bokap (Ayah) dan Nyokap (Ibu) sendiri merupakan istilah yang telah populer sejak tahun 80an dan masih digunakan hingga hari ini.
13. BISPAK : Merupakan singkatan dari kata "Bisa Pakai". Kata ini mulai populer di pertengahan 90an, dan biasanya digunakan sebagai kode rahasia untuk menyebutkan wanita / pria yang bisa "dipakai" (baca : ditiduri), tapi mereka sendiri tidak mau disebut PSK (Pekerja Seks Komersial), karena seringkali mereka melakukan hal itu "just for fun".Tidak jelas siapa yang mempopulerkan kata ini tapi dari penelusuran saya, kata ini sudah akrab dan sering digunakan oleh para Eksmud (Eksekutif Muda) Jakarta sekitar tahun 96an.
14. AKIKA : Merupakan sandi untuk mengatakan "Saya". Kata ini pertama kali dipopulerkan oleh kaum waria di tahun 90an, yang dibakukan oleh Debby Sahertian dalam buku Kamus Gaul yang dibuatnya.
15. SUTRALAH : Merupakan pemanjangan dan plesetan dari kata "Sudahlah". Kata ini juga dipopulerkan oleh kaum waria dan mulai populer di tahun 90an akhir.
16. SEMOK : Berasal dari bahasa Jawa yang berarti "Montok". Kata ini belakangan sering digunakan orang untuk menggambarkan wanita yang cantik dan seksi.
17. LOL : Kata ini belakangan ini sering dipakai, terutama dalam komunikasi chatting, baik di YM, FB, Twitter, atau pun komunitas yang lain. Kata itu merupakan singkatan dari Laugh Out Loud yang berarti "Tertawa Terbahak-bahak".
18. CENGLI : Merupakan kata dari bahasa Hokkian yang berarti "Bertindak Adil". Kata ini memang lazim digunakan oleh masyarakat perantauan Tionghua dari suku Hokkia. Karena sering digunakan dalam percakapan bisnis, maka lama-kelamaan menjadi kata umum yang digunakan dalam kegiatan sehari2.
19. WIL dan PIL : Merupakan singkatan dari Wanita Idaman Lain dan Pria Idaman Lain. Tidak jelas siapa yang mempopulerkan istilah ini, namun saya menemukan kata-kata ini sering digunakan dalam penulisan di majalah2 di era awal 2000an. Kedua kata itu biasa digunakan untuk menjelaskan wanita atau pria simpanan / selingkuhan.
20. AJIB : Artinya Enak, Asyik, atau Klabing. Kata ini mulai populer di tahun 90an tatkala musik trance dan narkoba jenis shabu2 baru mulai populer. Kata ini biasanya digunakan oleh para penikmat kedua hal itu. Istilah ini diambil dari suara hentakan tempo musik trance yang kalo didengar dengar teliti memang terdengar seperti "Ajib, ajib.... ajib, ajib....".
21. ANJELO : Merupakan singkatan dari Antar Jemput Lonte. Dari informasi yang saya peroleh, kata ini pertama kali digunakan sekitar tahun 2000an di daerah sekitar Bogor untuk menyebut Tukang Ojek yang menjadi langganan para penjaja cinta di sana.
22. JABLAY : Kata ini dipopulerkan oleh Titi Kamal saat menyanyikan lagu berjudul sama dalam film Mendadak Dangdut (2006).Merupakan singkatan Jarang Dibelai yang mengandung arti lebih jauh sebagai ungkapan hati seorang wanita yang jarang mendapatkan belaian kasih sayang kekasihnya.
23. GETHO LOH..:
Kata ini berarti "Demikian / Begitu", yang merupakan penekanan dari sebuah penjelasan yang disampaikan oleh sang pembicara. Kata ini cukup terkenal di tahun 2007, karena sering digunakan oleh para penyiar radio (terutama radio anak muda) setiap kali selesai menjelaskan sesuatu. Kata ini makin populer manakala sering digunakan dalam berbagai percakapan yang bernada jenaka (sekaligus norak) di berbagai acara televisi.
24. BELAH DUREN : Berasal dari istilah yang digunakan dalam lagu dangdut berjudul sama yang dinyanyikan oleh Julia Perez, kata "Belah Duren" merupakan istilah yang ditujukan buat para pengantin muda yang menikmati malam pertama. Belakangan kata ini mengandung makna ajakan untuk melakukan ML (Making love).
25. SECARA : Kata ini sebenarnya adalah bahasa Indonesia, yang bermakna "Adalah". Namun kata ini menjadi populer di tahun 2006an di kalangan siswa-siswi SMU yang menggunakan kata ini sebagai kata ganti "Karena / Soalnya". Sesekali pula digunakan sebagai sisipan tanpa makna (hanya sebagai penekanan pada kalimat yang mereka katakan). Contoh pemakaiannya : a. Gua gak bisa ke rumah lo neh hari ini, secara bokap gue lagi sakit. b. Ya... gimana dong? Secara gue ini kan gaul...
26. SEGEDE GAMBRENG : Kata "gambreng" berasal dari suitan anak-anak (hompimpah alaihum gambreng), yang menunjukkan siapa yang menang dalam suitan tersebut. Belakangan, sekitar tahun 2007an, kata ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang besar sekali (dan sulit diungkapkan dengan kata-kata).
27. SEGEDE GOBLOK : Mirip dengan ungkapan "Segede Gambreng", kata "Segede Goblok" menunjukkan sesuatu yang besarnya luar biasa dan - sakin besarnya - jadi ga masuk akal. Gak jelas siapa yg mempopulerkan kata ini, tapi diduga kata ini pernah diucapkan oleh beberapa MC di televisi (entah Indra Bekti, Iva Gunawan, atau Ruben Onsu)
28. JUTEK : Berasal dari kata yang sering digunakan oleh para PSK di awal tahun 2000an untuk menggambarkan pria yang sombong dan jarang tersenyum. Kata ini akhirnya menjadi kata umum yang digunakan untuk melukiskan orang yang menyebalkan, judes, galak, emosian, dan sombong.
29. BT / BETE : Merupakan singkatan dari Boring Total. Tadinya orang menduga kata ini dipopulerkan oleh Dwiq saat merilis lagu "Bete" sekitar tahun 2008. Padahal kata ini sudah lama digunakan oleh para mahasiswa yang bosan dengan program perkuliahan mereka. Kata ini mulai populer dan digunakan di awal tahun 2000an.
30. KAMSUD : Merupakan pembalikan konsonan kata "Maksud". Kata ini mulai populer, terutama di kalangan para cewek di ruang chatting dunia maya.
31. KATROK : Orang kampung / orang desa. Kata ini dipopulerkan oleh Tukul Arwana saat membawakan acara Empat Mata sekitar tahun 2007an (kini berubah menjadi acara Bukan Empat Mata). Kata ini kemudian menjadi bahasa umum untuk menggambarkan orang yang kampungan / norak banget.
32. PRIKITIU : Adalah celutukan yang ditujukan pada pasangan yang tertangkap basah melakukan perselingkuhan. Adalah Sule, seorang komedian lokal, yang melontarkan celutukan nakal yang kini menjadi bahasa pergaulan itu.
33. CUMI : Merupakan singkatan yang mengandung banyak arti (tergantung CUMI yang dipakai adalah singkatan dari apa). Awalnya kata ini dipopulerkan oleh sebuah produk kartu telpon seluler di tahun 2008an, yang akhirnya berkembang menjadi bahasa gaul anak-anak remaja untuk menjelaskan kondisinya saat ini, seperti CUma MIkir, CUma MIScal, CUma MIrip, CUma MInjam, CUkup MIris, dan lain-lain.
34. KRIK : Adalah suara jankrik. Istilah ini biasaya digunakan dalam pembicaraan di dunia maya, untuk menggambarkan kondisi yang sangat garing / tidak lucu. Kata ini berasal dari adegan film-film kartun yang sering menampilkan suasana hening - dengan latar belakang suara jengkrik - mana kala seseorang bercanda namun tidak lucu. Pemakaiannya cukup sederhana, yaitu saat menanggapi komentar / ucapan seseorang, penulis tinggal menulis kata "Krik" berulang-ulang, menandakan bahwa penulis menganggap ucapan orang itu gak lucu banget.
35. GAYUS : Merupakan sebutan sindiran untuk orang yang gila uang dan berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara yang tidak halal. Ungkapan ini populer di awal tahun 2010 setelah seorang pejabat pajak negara bernama Gayus diciduk polisi lantaran ketahuan menilap uang negara sebesar Rp 67 milyar.
36. MOGE : Awalnya kata ini merupakan singkatan dari Motor Gede dan dipopulerkan oleh kelompok penyuka motor gede tahun 2008 silam. Namun belakangan, kata itu diplesetkan banyak orang menjadi Motor Gelo yang ditujukan pada orang-orag norak yang suka bikin rusuh, mau menang sendiri, dan bikin muak banyak orang.
37. NI YEE... : Merupakan ungkapan yang dipopuerkan oleh pelawak (alm) Diran di tahn 1985an, yang kemudian sering digunakan oleh para artis seperti Euis Darliah dan Jaja Miharja. Kata ini sempat populer kembali sekitar medio 1990-1999. Saat ini masih dipakai, walau tidak seintens dulu.
38. BONEK : Singkatan dari kata Bondo Nekat yang berarti orang nekat yang gak bermodal apapun selain kemauan. Kata ini dipopulerkan oleh suporter Tim Sepakbola Persebaya - Surabaya di tahun 90an dan menjadi sebutan "kebanggaan" mereka. Saat ini, kata ini juga digunakan untuk orang-orang nekat yang gak kenal rasa takut.
39. GUE : Adalah bahasa "resmi" yang kini banyak digunakan oleh kebanyakan orang (terutama orang dari Suku Betawi) untuk menyebut "Saya / Aku". Kata ini merupakan bahasa Betawi yang telah digunakan secara luas, jauh sebelum bahasa prokem dikenal orang.
40. LO / LU : Sama seperti "Gue" kata ini pun sudah digunakan digunakan oleh Suku Betawi sejak bertahun-tahun lalu dan menjadi kata untuk menyebut "Anda / Kamu".
Selain kata2 di atas, berikut ini adalah kumpulan dari kata-kata bahasa gaul yang tidak jelas siapa yang mempopulerkannya, tapi saat ini sering digunakan. Sebagian besar merupakan singkatan dari dua-tiga kata atau pula istilah dari bahasa daerah tertentu yang penyebutan dan maknanya diplesetkan sehingga menimbulkan makna dan penyebutan yang terdengar lucu (kalo gak mau disebut norak) : 3G : Gagah, Ganteng, Gaul Aa Gym GTL : Agak-agak Gimana Gito Loh Abal-abal : Palsu Ababil : ABG Labil Amigos : Agak minggir sedikit. Anjrit : Gila bener...!!! Asusila : Asal Suka Silakan Asoy : Asyik / enak (kenikmatan yang diperoleh dari menari). Basbang : Basi banget Bejos : Bodoh Barbuk : Barang Bukti Basreng : Baso Goreng Berger :Bergerak / pindah Bobi : Botak Biadab Boam : Bodo amat Bokis : bohong Brondong : Pria muda yang tampan Brownies : brondong manis Bokep : sebutan untuk film blue (BF) Bagasi : Bagus BBS : Bobok-bobok Siang (alias ngeseks di siang hari) Baratayudha : Berantem / berkelahi Bohay : Body Aduhay Bokis :Bohong / Menipu Capcus : Cepetan Cileduk :Cinta Lewat Dukun CDMA : Capek Deh Males Ah Cengil : Adil Ceper : sebutan untuk orang bertubuh pendek Camen : Cacat Mental / Gak Punya nyali Cipoa : Menipu Cekidot : plesetan dari bahasa Inggris “Check it out!” Cipok : Mencium (Bibir menempel ke bibir / pipi) Coil : Cowok Idaman Lain Curcol : Curhat Colongan Caper : Cari Perhatian Carmuk : Cari Muka Cireng : Aci digoreng Dugem : Dunia Gemerlap (dunia hiburan untuk kaum pencari hiburan malam) DDR : Daya Dong / Tangkap Rendah (sebutan utk orang bodoh) Geje : Gak Jelas Gokil : Gila Gretong : Gratis / Gitu lo Gebetan : Calon pacar Geboy : merupakan pemanjangan dari istilah Asoy. Seringkali diucapkan “Asoy Geboy”. GM : Germo Mucikari Hadijah : Hati-hati di jalan juga Hugel : Hubungan Gelap Habsus : Habis Hadijah: Hati-Hati di Jalan Jugah Handycam : Makan pake Tangan Hamdan ATT : sebutan untuk memanggil “Wanita Hamil” IDL : Itu Derita Lo Ilfil : Singkatan dari Ilang Feeling, yang berarti "Gak Suka" Intel : Indomie Telor Jarpul : Jarang Pulang Jadul : Jaman Dulu (arti sebenarnya adalah sudah kuno / ketinggalan jaman) Jorki : Jorok Kutilang Toge Pasar : Kurus Tinggi Langsing Toket Gede Pantat Besar Lola : Loading Lambat Lekong : bahasa para waria untuk memanggil Laki-laki Lebe : Lemah Berpikir Lemot : Lemah Otak / Lambat Metal : Melow Total Modom : Istirahat / Tidur Mupeng : Muka Pengen (orang yg wajahnya menunjukkan keinginan akan suatu hal) Ngelonjor : Ngelamun Jorok Ngemeng : Omong Neting : Negatif Thinking Ngastik : Gak Asyik Nyabu : Nyarap Bubur (Sarapan Bubur) OTW : On The Way (Sedang Dalam Perjalanan) OJP : Ore Jelas Pisan (Gak jelas banget) Omdo : Omong Doang (Bisanya cuman janji saja) Omes : Otak Mesum Ocre / Otre : OK Oon : bodoh amat (singkatan dari kata "Bloon") OMG / Omigot : Oh, My God Pamer Paha : merupakan singkatan dari "Padat Merayat Tanpa Harapan" Pembokat : pembantu rumah tangga PDA : Plis Dong Ah Poskul : Pulang Sekolah (dari bahasa Inggris “PostSchool”) Pertamax : Nomer 1 PMDK : Pendekatan Menggunakan Dalih Kenalan Pokil : Pelit / gak mau rugi Pepede : Pegang-pegang doang Pembalap : Pemuda Berbadan Gelap Pewe : Posisi Wuenak Pasutri : Pasukan Suami Takut Istrik Pall Mall : Peluk Aku Lama-lama, Mainkan Aku Lemah Lembut Posting : Positif Thinking Rempong : Ribet / Susah Rikiplik : Kuno / sudah usang / ketinggalan jaman. SMP :Sehabis Makan, Pulang STW : Setengah Tu We Sotoy : Sok Tau TP : Tebar Pesona Toket : Dada wanita Tek Dung : untuk melukiskan wanita yang hamil (perutnya membesar) Titi Kamal : Hati-Hati Kalo Malam Titi DJ : Hati-hati di Jalan Tajir : Banyak duit Tuwir : udah tua banget Waslap : plesetan dari bahasa Inggris “What’s Up?” Woles : Santai
Menjelang akhir dekade 90an, saya membaca artikel tentang "Healthy Soup" yang dibuat oleh seorang jurnalis dari Taiwan waktu dia berkunjung ke China. Sup ini disinyalir memiliki kemampuan untuk menambah tenaga dan stamina jika diminum oleh laki-laki. Jika perempuan yang meminumnya akan membuat sang perempuan menjadi awet muda. Cukup mengejutkan ketika saya mengetahui kalo "Healthy Soup" yang dimaksud tidak lain adalah sup yang dibuat dari janin bayi manusia yang berumur 6-8 bulan. Harganya kala itu (RMB 3,000 - 4,000 atau sekitar Rp 3,3 - 4,4 juta perporsi).
Salah satu restoran yang cukup terkenal di daerah Fu San - Canton menjadi tempat persinggahan sang jurnalis. Di sana, dia iperlihatkan bagaimana cara memproses "sup sehat" yang disebut dengan nama sandi "BAIKUT" itu. Daging yang digunakan bukanlah daging yang didinginkan, namun benar-benar daging segar. Cara masaknya pun cukup sederhana : Janin tersebut dimasukkan dalam dandang bersama rempah-repah seperti pachan, tongseng, tongkui, keichi, beberapa potong jahe, daging ayam dan rusuk babi, kemudiam ditim selama 8 jam. Setelah daging tersebut sudah lembut, tinggal ditambahkan garam, merica, dan bumbu penyedap. Sup tersebut lebih nikmat dinikmati hangat-hangat.
Karena tidak distok, maka makanan ini tidak selalu tersedia di restoran tersebut. Biasanya janin diperoleh dari keluarga yang tidak menginginkan anak perempuan, atau ada orang yang menggugurkan kandungan atau keguguran. Ada dua pilihan janin yang bisa disiapkan : Janin mati dan janin hidup. Jika janin mati, harganya lebih murah. Namun jika janin hidup, harganya lebih mahal, karena diambil dengan cara dioperasi saat janin itu sudah berusia 6-8 bulan.
Benarkah Daging Bayi Bermanfaat Bagi Kesehatan? Sejak bertahun-tahun lalu, aborsi sudah dilakukan. Dan yang sering menjadi pertanyaan adalah : Kemana janin-janin aborsi itu? Karena dengan melihat grafik aborsi yang cukup signifikan, terutama di tahun 90an, rasanya kita akan menemukan ada satu lokasi penguburan massal bayi-bayi hasil aborsi.
Baru-baru ini, saya menemukan jawabannya, bahwa bayi-bayi hasil aborsi - di Amerika dan Eropa - biasanya dimanfaatkan untuk keperluan medis. Seperti misalnya memanfaatkan organ-organ tubuhnya yang masih muda untuk dikembangkan yang kemudian ditransplantasikan kepada yang membutuhkan. Ada juga yang menggunakannya sebagai bahan praktik mahasiswa kedokteran. Penggunaan bayi aborsi untuk keperluan medis ini telah dilakukan sejak tahun 1973. Walau demikian, bayi tidak pernah digunakan untuk dikonsumsi.
Sebenarnya urusan mengonsumsi produk "unik" sudah bukan hal aneh lagi bagi sebagian penduduk di berbagai negara. Di sebuah daerah Vietnam, mereka menyediakan makanan berupa Tikus Goreng. Di Thailand terdapat Kalajengking Goreng. Di Filipina ada makanan berupa telor janin Bebek yang dipercaya bisa meningkatkan vitalitas. Di Jerman mereka memakai Oseng Belatung. Di Indonesia - kalo tidak salah daerah Sulawesi - bahkan memakan Tongseng Kelelawar. Namun makanan yang paling ekstrim yang pernah dimakan adalah janin manusia. Dan disinyalir "kebiasaan" memakan janin dimulai dari China.
Menurut kabar burung, di daerah Shenzhen, seorang dokter berhasil mengembangkan suplemen makanan untuk diet yang dibuatnya dari embrio manusia yang telah mati. Sebelumnya, sang dokter telah melakukan eksperimen dengan memakan beberapa janin manusia hasil aborsi. Dokter itu mengklaim bahwa janin itu baik untuk kesehatan / vitalitas tubuh dan meremajakan kulit. Sejak munculnya suplemen makanan yang dibuat dari embrio janin, orang-orang mulai tertarik untuk memakan janin manusia.
Kebiasaan mengonsumsi janin ini pun menyebar hingga ke Hong Kong. Seorang reporter dari Eastweek Magazine menginvestigasi dan menemukan bahwa penjualan janin di Hong Kong ternyata ukup tinggi. Dan nilai jual sebuah janin juga cukup lumayan. Saat permintaan tidak banyak, satu janin dihargai US$10. Tetapi jika banyak, bisa mencapai US$ 20 per janin. Biasanya, janin yang dicari adalah yang masih memiliki plasenta dan berwarna merah muda. Janin berplasenta terbukti sangat baik untuk menghaluskan kulit, membuat tubuh menjadi kuat, dan memperbaiki fungsi ginjal. Kebanyakan penikmat janin berplasenta di Hong Kong adalah kaum hawa berusia di atas tiga puluh tahun. Selain untuk menjaga kebugaran tubuh, juga untuk mempercantik diri. Beberapa wanita mengklaim bahwa janin membantu mereka untuk tetap awet muda. Menurut pengakuan Ms Cheng Yo - usia 40 - dia biasanya makan sup janin enam bulan sekali. Awalnya dia mengonsumsi sup itu di Hong Kong. Namun karena semakin sulitnya memperoleh sup itu, akhirnya dia pergi ke Shenzhen untuk mendapatkanya. Kebiasaan mengonsumsi sup janin dimulai saat dia menderita asma sepuluh tahun silam. Dokter menyarakannya untuk mengonsumsi janin karena ampuh untuk menyembuhkan penyakitnya itu. Awalnya dia tidak percaya. Namun setelah dua kali menjalani program minum sup janin, dia akhirnya sembuh. Kini, dia masih tetap mengonsumsi sup janin karena terbukti dapat membuatnya awet muda dan bersemangat.
Zou Qin, 32, wanita kelahiran Hubei ini juga mengklaim kalau kulitnya masih kencang hingga hari ini dikarenakan program diet dan makan janin yang diterapkannya. Sebagai seorang dokter di Klinik Lun Hu, Zhou sering membantu pasiennya melakukan aborsi. Dari pengalamannya makan janin (hasil aborsi yang dilakukannya), dia menemukan bahwa janin memiliki nutrisi sangat tinggi dan sangat baik bagi tubuh. Dia mengklaim telah memakan lebih dari 100 janin selama enam bulan terakhir.
Dr. Warren Lee, presiden Hong Kong Nutrition Association mengakui adanya kegiatan mengonsumsi janin manusia ini. "Janin manusia adalah salah satu obat tradisional China yang telah dikenal sejak jaman dahulu," jelas Dr. Lee. "Dilihat dari komponen nutrisinya, janin merupakan sumber protein dan lemak yang baik. Janin pun memiliki kandungan mineral yang sangat baik dan tersimpan di tulang-tulang lunak mereka. Janin pun memiliki beberapa hormon tertentu yang memang bermanfaat bagi tubuh manusia, seperti hormon untuk diabetes."
Namun Dr. Lee menganjurkan agar orang tidak mencari kesembuhan dengan memakan janin. "Banyak orang berpikir kalau janin memiliki substansi atau bahan kimia yang tidak dikenal yang dapat memberikan kekuatan seperti yang diklaim banyak orang. Namun faktanya, hingga hari ini, tidak ditemukan adanya hal itu. Klaim dan gosip semacam itu biasanya dibuat orang hanya untuk mencari keuntungan untuk mereka semata."
Memakan janin sebenarnya sangat berbahaya karena janin mengandung banyak bakteri yang hanya bisa mati dalam suhu 400 derajat. Bakteri ini, apabila dimakan akan berpengaruh buruk bagi orang yang memakannya. Walau janin mengandung protein, namun kandungannya sama banyak dengan yang dimiliki susu, kacang-kacangan, dan tahu. Jadi secara kedokteran, tidak ada bedaya makan janin dengan makan sayuran, buah-buahan, susu, dan kacang-kacangan.