Mengulas tentang ragam fakta, peristiwa, cerita, ilmu pengetahuan, tips, artikel, photo, semua unik dan fenomenal.

Ragam Fakta

Mengulas tentang ragam fakta, peristiwa, cerita, ilmu pengetahuan, tips, artikel, photo, semua unik dan fenomenal.

Ragam Fakta

Mengulas tentang ragam fakta, peristiwa, cerita, ilmu pengetahuan, tips, artikel, photo, semua unik dan fenomenal.

Ragam Fakta

Mengulas tentang ragam fakta, peristiwa, cerita, ilmu pengetahuan, tips, artikel, photo, semua unik dan fenomenal.

Ragam Fakta

Mengulas tentang ragam fakta, peristiwa, cerita, ilmu pengetahuan, tips, artikel, photo, semua unik dan fenomenal.

Ragam Fakta

Mengulas tentang ragam fakta, peristiwa, cerita, ilmu pengetahuan, tips, artikel, photo, semua unik dan fenomenal.

Negara Paling Tidak Toleran di Dunia

Negara Paling Tidak Toleran di Dunia

Sebuah penelitian tentang sikap sosial global memperlihatkan bahwa penduduk yang paling tidak toleran secara rasial semuanya berada di negara berkembang. Negara seperti Banglades, Jordania, dan India menempati peringkat teratas.

http://www.didunia.net/
Negara Paling Tidak Toleran di Dunia
 Sebaliknya, studi terhadap 80 negara selama tiga dekade itu menemukan bahwa negara-negara Barat paling menerima budaya lain, dengan Inggris, Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Australia lebih toleran ketimbang tempat-tempat lain di dunia. (Lihat peta, yang berwarna biru menunjukkan wilayah yang penduduknya lebih toleran, sebaliknya yang berwarna merah mengindikasikan penduduknya yang kurang toleran.)

Bagaimana dengan Indonesia? Tidak masuk dalam level teratas, tetapi Indonesia berada di lapisan kedua negara-negara yang tidak toleran secara rasial. 

Data tersebut berasal dari World Values Survey, yang sudah lama mengukur sikap sosial masyarakat di berbagai negara, sebagaimana dilansir Washington Post.

Menurut Washington Post, survei itu bermula dari keinginan dua ekonom Swedia untuk memeriksa apakah kebebasan ekonomi membuat orang lebih atau kurang rasialis. Mereka tahu bagaimana mereka akan mengukur kebebasan ekonomi, tetapi mereka perlu menemukan cara untuk mengukur tingkat toleransi rasial di sebuah negara. Maka, mereka berpaling ke World Values Survey, yang telah lama mengukur sikap dan pendapat global selama beberapa dekade.

Di antara puluhan pertanyaan yang ditanyakan World Values, para ekonom Swedia itu menemukan satu pertanyaan yang, mereka yakin, bisa menjadi indikator yang cukup baik tentang toleransi terhadap ras lain. Survei itu menanyai para responden di lebih dari 80 negara untuk mengidentifikasi jenis orang macam apa yang mereka tidak inginkan sebagai tetangga. Beberapa responden, berdasarkan opsi yang ada dalam daftar, memilih "orang dari ras yang berbeda". Semakin sering orang di suatu negara mengatakan mereka tidak ingin bertetangga dengan orang dari ras lain, para ekonom itu berpendapat bahwa Anda dapat menyebut masyarakat negara itu kurang toleran dari sisi ras. (Studi itu menyimpulkan bahwa kebebasan ekonomi tidak punya hubungan dengan toleransi rasial, tetapi hal itu tampaknya berkorelasi dengan toleransi terhadap homoseksual.)

Sayangnya, para ekonom Swedia itu tidak memasukkan semua data World Values Survey dalam makalah penelitian akhir mereka. Maka, Washington Post pun kembali ke data asli, menyusun data itu dan memetakannya dalam bentuk infografis seperti terlihat di peta. Negara-negara, yang dalam peta berwana biru, menunjukkan bahwa hanya sedikit orang yang mengatakan mereka tidak ingin bertetangga dengan orang dari ras berbeda. Sebaliknya, negara-negara dengan warna merah memperlihatkan adanya banyak orang yang tidak suka bertetangga dengan orang dari ras yang berbeda.

Negara dengan proporsi tertinggi orang-orang "yang tidak toleran", yang ingin hanya bertetangga dengan orang dari ras yang sama, adalah Hongkong. Sebanyak 71,8 persen populasi Hongkong menolak untuk bertetangga dengan orang dari ras yang berbeda. Urutan berikutnya yaitu Banglades (71,7 persen), Jordania (51,4 persen), dan India (43,5 persen). Negara-negara itu, yang persentasenya di atas 40 persen, tergolong level teratas negara-negara yang tidak toleran.

Indonesia, Mesir, Arab Saudi, Iran, Vietnam, dan Korea Selatan berada di lapis kedua, di tingkat persentase 30-39,9 persen. Di lapis ketiga, dengan persentase 20-29,9 persen, terdapat Perancis, Turki, Bugaria, Maroko, Mali, Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Dalam daftar negara-negara yang paling toleran, yang tingkat ketidaktoleranannya 0-4,9 persen, terdapat AS, Kanada, Brasil, Argentina, Inggris, Sweida, Norwegia, Australia, dan Selandia Baru. Di AS, berdasarkan survei itu, hanya 3,8 persen penduduk yang enggan bertetangga dengan orang dari ras lain. Orang-orang Inggris, kata survei itu, juga toleran terhadap perbedaan lain seperti terhadap orang yang berbicara dalam bahasa asing atau meyakini agama alternatif. 

Peringkat kedua negara-negara paling toleran, dengan persentase ketidaktoleranan 5-9,9 persen, terdapat Cile, Peru, Meksiko, Jerman, Belgia, Jepang, Pakistan, dan Afrika Selatan.

Timur Tengah, yang saat ini berurusan dengan sejumlah besar imigran berketerampilan rendah dari Asia selatan, tampaknya menjadi sarang ketegangan rasial. Eropa sangat terpecah, bagian barat benua itu umumnya lebih toleran ketimbang bagian timur, tetapi Perancis mengalami pengecualian yang mencolok dengan 22,7 persen orang Perancis menolak bertetangga dengan orang dari ras lain.

Beberapa pihak menunjukkan sejumlah kelemahan dalam survei itu. Mereka menyatakan bahwa karena survei itu punya jangka waktu yang panjang, hasilnya tidak bisa menjadi panduan untuk memperlihatkan kondisi saat ini. Namun, kelemahan yang lebih serius terdapat pada fakta bahwa di banyak negara Barat, rasialisme merupakan hal yang begitu tabu sehingga banyak orang akan menyembunyikan pandangan tidak toleran mereka dan berbohong kepada para penanya survei.

Max Fisher dari Washington Post menduga bahwa mungkin orang Amerika dikondisikan oleh pendidikan dan media untuk menjaga preferensi ras menjadi hal yang privat, misalnya berbohong tentang hal itu saat survei, sementara orang India mungkin tidak melakukan hal seperti itu.

10 Kendaraan Militer Terunik di Dunia

10 Kendaraan Militer Terunik di Dunia

1. Kendaraan Lapis Baja M60A1-Launched Bridge (AVLB)

AVLB M60A1 digunakan untuk digunakan sebagai jembatan yang dapat berpindah dengan menggunakan sistem scissor. Panjang Maksimal jembatannya adalah 18 meter.


2. Kendaraan Lapis Baja Trojan
http://www.didunia.net/
Kendaraan lapis baja trojan adalah sebuah mesin pencari yang unik yang dioperasikan oleh Royal Engineers Angkatan Darat Inggris. Selain digunakan sebagai kendaraan basis perlindungan yang efektif, kendaraan ini juga biasa digunakan sebagai kendaraan pembersih ranjau darat. Dilengkapi dengan senapan mesin 7,62 untuk menanggulangi ancaman darat dan udara. Kecepatannya mencapai 59km/jam.


3. Engin de Franchissement de l'Avant
http://www.didunia.net/
Digunakan oleh militer angkatan darat Perancis. Selain sebagai basis perlindungan, fungsi utamanya adalah sebagai jembatan atau juga feri.


4. M3 Amfibi RIG
http://www.didunia.net/
Sebuah kendaraan amfibi yang unik yang digunakan sebagai jembatan atau proyeksi bagi tank dan kendaraan konvensional lainnya dalam menangani hambatan air. Kecepatan maksimumnya 80km/jam di darat dan 14 km/jam di air.


5. Wolverine M104 Heavy Assault Bridge
http://www.didunia.net/
Juga digunakan sebagai jembatan pada operasi-operasi militer. Memiliki perangkat komunikasi yang canggih untuk dapat tetap berhubungan dengan pusat komando bahkan dari jarak yang sangat jauh.


6. Landing Craft Air Cushion (LCAC)
http://www.didunia.net/
LCAC digunakan sebagai kapal pendarat oleh Angkatan Laut AS untuk mengangkut senjata, peralatan dan elemen serangan lainnya. Kendaraan unik juga digunakan oleh angkatan laut Jepang. 
http://www.didunia.net/
Panjangnya 87 kaki 11 inci atau sekitar 26,4 meter dengan kecepatan maksimal 74 km/jam. Cukup dioperasikan oleh 5 kru dan dilengkapi dengan 2 senapan mesin 12,7mm.



7. Expeditionary Fighting Vehicle (EFV)
http://www.didunia.net/
EFV ini tergolong kendaraan militer baru yang masih dalam tahap pengembangan. DIrencanakan akan dipakai sepenuhnya pada 2015. Kendaraan lapis baja ini hanya digunakan oleh Korps Marinir AS.


8. Rhino Runner
http://www.didunia.net/
Percayakah anda bahwa Rhino Runner ini adalah sebuah bus?. Rhino Runner merupakan bis lapis baja yang banyak digunakan di perang Irak sebagai transportasi yang aman kontraktor sipil dan juga personil militer. Juga digunakan secara elstensif untuk mengangkut tahanan pengadilan khusus Irak.


9. M270 Multiple Launch Rocket System (M270 MLRS)
http://www.didunia.net/
M270 Multiple Launch Rocket System (M270 MLRS) sudah pernah digunakan dalam aksi perang Teluk dan perang Irak. Jumlah produksi kendaraan ini sudah mencapai 1300 an dan lebih dari 700.000 roket telah diproduksi. Sebagai sistem senjata, m270 MLRS ini cukup efektif dan praktis digunakan saat perang.


10. PTS Plavayushij Transportyor â€" Srednyj (PTS-M)

PTS-M adalah sebuah kendaraan transportasi amfibi yang digunakan oleh Uni Sovyet. Diperkenalkan pada tahun 1965. Selain digunakan Uni Sovyet, kendaraan ini juga digunakan oleh Mesir, Uruguay, Irak dan beberapa negara lain.

5 Museum Kuliner Terunik Di Dunia

5 Museum Kuliner Terunik Di Dunia 

1. Museum Makanan Gosong (Arlington, Mass, AS)
Museum yang satu ini telah berdiri sejak 20 tahun silan. The Burnt Food Museum didirikan untuk ‘menghormati’ kegagalan dalam membuat masakan.
Di dalamnya berisi berbagai jenis makanan gosong, mulai dari yang klasik seperti telor gosong hingga koleksi lucu seperti lemon hangu, jeruk keprok keriput hingga kue yang telah menjadi abu.
http://www.didunia.net/  
http://www.didunia.net/
http://www.didunia.net/  
http://www.didunia.net/

 
2. Museum Cuka Internasional (Roslyn, AS)
Museum ini didirikan oleh Lawrence Driggs. Pria yang mengklaim dirinya sebagai ‘Manusia Cuka’ ini mendedikasikan seluruh hidupnya mengoleksi berbagai jenis cuka yang ada di seluruh dunia.
Pengunjung tidak hanya akan disajikan dengan pengetahuan mengenai cuka, namun mereka juga akan diberikan pelajaran mengenai pengetahuan masak memasak serta trend perjalanan sejarah yang berhubungan dengan bahan asam tersebut.
http://www.didunia.net/
 
 
3. Museum Currywurst (Berlin, Jerman)
Museum  Currywurst merupakan museum kuliner pertama yang ada di Jerman. Di dalamnya terdapat berbagai catatan kebudayaan dan sejarah mengenai makanan yang paling populer di Jerman ini. Currywurst merupakan makanan sosis rasa kari.
Museum tersebut dibangun untuk menghormati 60 tahun  keberadaan Currywurst di Jerman. Tidak hanya ruang pameran, museum ini juga dilengkapi dengan ruang audio visual dan multimedia.
http://www.didunia.net/  http://www.didunia.net/
http://www.didunia.net/
Selain itu museum yang diberi nama Deuthces Currywurst Museum ini memiliki sebuah ruangan khusus yang disebut dengan spice chamber. Di sini para pengunjung akan diberikan berbagai resep rahasia mengenai pembuatan currywurst tradisional asal Jerman.
 
 
4. Museum Kuliner Huangzhou (Huangzhou, China)
Museum kuliner Huangzhou pertama kalli di buka pada tanggal 20 Maret 2012 silam. Di museum ini dipamerkan 110 relik kebudayaan kuliner yang berhubungan dengan masyarakat Huangzhou.
Tidak hanya itu, terdapat sekitar 200 lebih jenis makanan yang dipajang. Namun tentu saja makanan yang dipajang merupakan buatan.
http://www.didunia.net/
http://www.didunia.net/
Dibuka setiap hari selasa, pengunjung juga bisa mempelajari tehnik memasak masyarakat Huangzhou.
 
 
5. Museum Pizza Brain (Philadelphia, AS)
Entah mengapa, justru Amerika Serikat yang menjadi pertama membuka museum yang berisi sajian kuliner khas Italia ini.
Dibangun oleh Brian Dwyer, seorang pencinta makanan Pizza, Pizza Brain memamerkan berbagai koleksi dan memorabilia yang berkaitan dengan pizza. Saking banyaknya koleksi yang dimiliki, pria berusia 27 tahun itu berhasil menyabet rekor dunia Guiness World Record sebagai pemilik koleksi memorabilia pizza di dunia.
  http://www.didunia.net/
Setidaknya ada sekitar 561 item yang berkaitan dengan pizza yang dimiliki oleh Dwyer, termasuk di dalamnya majalah, buku komik, piringan hitam dan berbagai item unik yang dibuat oleh para penjual piza